Laman

Cerita Dewasa Gadis Pecinta Alam

Cerita Dewasa Gadis Pecinta Alam | Cerita-Dewasa-Plus.Blogspot.Com akan berbagi cerita berjudul Gadis Pecinta Alam. Berikut langsung saja disimak cerita menariknya. Namaku Son, mahasiswa semester III, tinggiku 168 cm dan berat 58 kg. Kejadian ini terjadi pada waktu aku melakukan pendakian gunung Lawu bersama teman-temanku. Lokasiku saat itu berada dekat base camp pertama kearah pendakian gunung Lawu. Aku sedang beristirahat sendirian disini. Tadi malam aku bersama teman-temanku 5 orang sudah melakukan pendakian menuju puncak Lawu dan telah berhasil mencapai puncak Lawu jam 6 pagi tadi.


Sekarang dalam perjalanan pulang, sementara teman-temanku sudah pada turun gunung semua. Kuputuskan untuk beristirahat sebentar di base camp pertama ini sambil mendirikan tenda, biar nanti agak sorean aku turun sendiri menuju pos kami yang dekat dengan rumah penduduk sekitar gunung Lawu ini.

Sore itu pukul 15.10 WIB, aku baru saja selesai menyeduh kopi instanku, ketika tiba-tiba dari arah semak belukar arah barat muncul 2 orang cewek dengan baju dan kondisi acak-acakan.

''Halo Mas?'' sapa salah satu cewek itu padaku.

Cewek yang kutaksir berusia 18 tahun kelihatannya anak SMA, rambutnya pendek seperti aktris Agnes Monica. Sedangkan temannya yang satu berambut panjang sebahu mirip-mirip bintang sinetron Bunga lestari.

''Halo juga'' jawabku menyembunyikan kekagetanku karena munculnya yang tiba-tiba, sempat terpikir ada setan atau penunggu gunung ini yang mau menggodaku.

''Loh, dari mana, kok berduaan aja?'' tanyaku coba berbasa-basi.

''Iya, kita tadi misah dari rombongan, terus nyasar..'' jawab cewek itu sambil duduk di depanku.

''Boleh minta minum gak? Kita haus sekali, sudah 5 jam kita jalan muter-muter gak ketemu jalan sama orang'' lanjutnya kemudian.

Aneh juga pikirku, padahal perasaanku dari tadi pagi, sering sekali aku berpapasan dengan orang-orang atau rombongan pecinta alam.

''Ada juga air putih, tuh di botol atau mau kopi, sekalian aku buatin?'' jawabku.

Cewek yang berbicara denganku tadi ini tidak menjawab pertanyaanku, tapi langsung menghampiri botol minum yang kutunjukan dan segera meminumnya dengan terburu-buru, sedangkan temannya yang satu lagi hanya memperhatikan dan kemudian meminta botol minumku dengan santun.

Kuperhatikan saja tingkah mereka, cewek-cewek muda ini cakep juga khas ABG kota, tapi saat itu mukanya kotor oleh debu dan keringat, kaosnya cuma ditutupi jaket kain, celana jeans dan sepatu olah raga warna hitam, ini sih mau piknik bukan mau naik gunung, abis gak bawa bekal atau peralatan sama sekali.

Mereka minum terus sampai puas kemudian tiduran disamping kompor parafin yang sedang kugunakan untuk memasak air.

''Mas namanya siapa?'' tanya cewek yang berambut pendek.

''Namaku Adek sedangkan ini temenku Lina'' katanya lagi.

''Namaku Son'' jawabku pendek sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.

''Ada makanan gak, Mas? Adek laper banget nih..'' tanya Adek tanpa basa basi kepadaku yang sedang memperhatikannya.

''Ada juga mie kalo mau, sekalian aja masak mumpung airnya mendidih'' jawabku.

Ternyata Adek tidak mau masak sendiri, dia terus berbaring dan minta tolong padaku untuk dimasakin mie.

''Wah kamu ini manja banget ya? Kenal aja barusan tapi udah nyuruh-nyuruh?'' godaku pada Adek.

''Tolong deh Mas.. Adek capek banget" "Nanti gantian deh..'' rayu Adek padaku.

''Gantian apa ya? Emang nanti kamu mau masak mie lagi? Bayarnya pake pijet aja ya?'' godaku lebih lanjut.

''Maunya tuh.. tapi bereslah..'' jawab Adek cuek sambil memejamkan matanya.

Kuperhatikan Lina, tapi dia ternyata diam saja, dan hanya mengangguk kecil ketika kutawarkan mie. Sementara aku masak mie instan, Adek kemudian bercerita kisahnya sampai dia dan Lina tersesat berduaan di tengah gunung Lawu ini. Adek berangkat bersama serombongan pecinta alam SMAnya jam 10 siang tadi. Rencananya malam nanti Adek dan rombongan akan mendaki gunung Lawu, tapi waktu menuju base camp kedua, perut Lina sakit, sehingga Adek menemani Lina mencari tempat untuk buang hajat, tetapi setelah selesai ternyata mereka tertinggal dan terpisah dari rombongan.